NEWS & EVENTS
Praktisi Onkologi Sepakat Menyamakan Persepsi dalam
Memerangi Kanker Usus
Panduan adenokarsinoma kolorektal diluncurkan, konsensus
multidisiplin pertama dalam penatalaksanaan kanker usus
ganas di Indonesia
Semarang, Desember 2004.
Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) bersama Perhimpunan
Dokter Spesialis Bedah Digestif Indonesia (IKABDI)
dengan dukungan perusahaan farmasi Roche, baru-baru ini
meluncurkan buku panduan pengelolaan Adenokarsinoma
Kolorektal, suatu terobosan baru dari para praktisi
medis onkologi untuk menyeragamkan penatalaksanaan
kanker usus di Indonesia. Penyusunan panduan ini
melibatkan spesialis bedah, penyakit dalam bidang
onkologi, patologi anatomi, radiologi serta perawat
terkait yang merupakan bagian dari upaya nasional untuk
memerangi kanker usus.
Karsinoma kolorektal adalah kanker ganas dengan angka
kejadian terbanyak nomor tiga di dunia, mengukuhkannya
pada posisi 6 dalam sepuluh besar tipe kanker paling
mematikan. Menurut data statistik rumah sakit yang
dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan, dalam kurun tiga
tahun terakhir kanker kolon merupakan keganasan saluran
cerna yang paling sering muncul. Konsensus ini bertujuan
untuk menyamakan persepsi dalam penatalaksanaan kanker
usus sesuai dengan standar internasional.
“Konsensus bersama ini merupakan kali pertama dan suatu
langkah maju untuk menyamakan persepsi di kalangan
profesional medis, khususnya dalam tatalaksana paripuna
kanker kolorektal,” kata Prof. Dr. R. Sjamsuhidajat SpB
(KBD) selaku Ketua Kelompok Kerja Adenokarsinoma
Kolorektal Indonesia. “Isi buku panduan tersebut
meliputi serangkaian permasalahan yang bersinggungan
dengan kolorektal karsinoma. Diantaranya, tindakan
pencegahan, deteksi dini dan diagnosis, terapi, paska
pembedahan kuratif hingga peran perawat spesialis.”
tambahnya.
“Dukungan Roche dalam penyusunan panduan karsinoma
kolorektal ini merupakan bukti nyata kepedulian kami
dalam penanganan kanker usus,” kata Dr. Jack Pradono
Handojo, Head of Medical Management PT Roche Indonesia.
Peran aktif Roche dalam pembentukan konsensus karsinoma
kolorektal ini merupakan bagian dari program
kepeduliannya, yaitu Taking Oncology into New Heights.
Dibawah bendera kampanye tersebut Roche telah
menjalankan beberapa inisiatif berskala nasional
diantaranya, Cancer Registry (pendataan kanker), Cancer
Survey serta diterimanya capecitabine dalam daftar obat
program ASKES.
Sebagai pionir dalam pengembangan obat-obatan anti
kanker inovatif yang dapat mempertinggi angka harapan
hidup pasien, Roche menyambut gembira diterimanya
capecitabine sebagai terapi lini pertama dalam
penanganan kanker usus ganas, di program ASKES. “Untuk
melengkapi komitmen bersama dalam penanganan karsinoma
kolorektal, Roche bekerja sama dengan pihak ASKES telah
mempermudah akses pasien ke obat kanker usus mutakhir,
yaitu capecitabine, yang telah dapat diresepkan oleh
dokter mulai tanggal 1 Januari 2005,” tambahnya.
Capecitabine adalah tipe baru kemoterapi yang diberikan
dalam bentuk tablet. Kemoterapi oral ini mengandung
‘agen pembunuh sel kanker’ 5-fluorouracil (5-FU) yang
hanya bekerja aktif saat mencapai sel kanker, karenanya
mencegah kerusakan pada sel-sel yang masih sehat.
Delapan dari sepuluh pasien kanker usus di Amerika
memilih pemberian kemoterapi oral untuk meningkatkan
kualitas hidup mereka. Hal ini dimungkinkan dengan
sedikitnya waktu yang mereka jalani di rumah sakit,
sehingga pasien dapat menikmati waktu bersama keluarga
serta teman dekat.
###
Tentang Roche Onkologi
Dalam periode lima tahun terakhir Grup Roche
merupakan perusahaan penyedia pengobatan, produk
pendukung dan diagnosa anti kanker terdepan di dunia.
Lini usaha Onkologi membawahi empat produk terobosan
baru yang telah dipasarkan dengan kemungkinan dalam
indikasi jenis tumor berbahaya: Xeloda dan Herceptin
ditargetkan untuk kanker payudara di tahap lanjut,
Mabthera untuk limfoma non-hodgkins dan Avastin untuk
kanker usus dan rektum.
Produk-produk yang telah dikembangkan oleh Roche
Onkologi termasuk NeoRecormon (anemia di berbagai
kondisi kanker), Bondronat (pencegahan pengeroposan
tulang pada kanker payudara dan penderita metastasi
tulang, hypercalcaemia berbahaya), dan Kytril (rasa mual
serta muntah-muntah yang disebabkan oleh kemoterapi dan
radioterapi).
Roche sedang mengembangkan percobaan-percobaan baru yang
pada akhirnya akan memiliki pengaruh signifikan dalam
manajemen penyakit untuk pasien kanker di masa depan.
Dengan besarnya angka petanda tumor yang berkaitan
dengan kanker prostat, usus, hati, ovarium, payudara,
perut, pankreas dan paru-paru, serta berbagai percobaan
onkologi molekuler, maka Roche berkomitmen untuk tetap
menjadi yang terdepan sebagai penyedia terapi dan
peralatan diagnosa khusus untuk kanker.
###
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Mayang Schreiber
Marketing Communications Manager
PT. Roche Indonesia
Tel: 514 000 81 ext. 332
Fax: 514 000 38
E-mail:
mayang.schreiber@roche.com
atau
Dr. Pradono Handojo
Head of Medical Management
PT. Roche Indonesia
Tel: 514 000 81 ext 312
Fax: 514 000 36
E-mail:
pradono.handojo@roche.com
Archive