NEWS & EVENTS
Harapan Baru Bagi Penderita Kanker Payudara
Trastuzumab diluncurkan di Indonesia; terapi pertama di
dunia yang langsung membidik gen penyebab kanker
payudara
Bandung, 6 Juli 2003.
Trastuzumab, sebagai terapi kanker payudara yang secara
langsung membidik gen penyebab kanker payudara saat ini
telah dapat diakses oleh para wanita Indonesia.
Peluncuran produk bioteknologi Roche ini dilakukan dalam
acara ilmiah Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia
(PERABOI) dengan sebuah simposium bertema “A Focus on
Targeted Therapies for Breast Cancer” di Bandung, Minggu
6 Juli 2003.
Dr. Dradjat R. Suardi SpB-Onk, FICS yang hadir sebagai
pembicara menjelaskan, ”Obat-obatan yang selama ini
digunakan dalam kemoterapi tidak hanya memusnahkan sel
kanker saja tapi juga sel dan jaringan normal pasien
sehingga menimbulkan efek samping yang tidak
menyenangkan, seperti rambut rontok, diare, sariawan dan
kelainan darah.” Lebih lanjut dijelaskannya, ”Saat ini
ada kebutuhan mendesak akan terapi baru, yang hanya
menghancurkan sel tumor saja, yang lebih efektif dan
ditoleransi dengan lebih baik dibandingkan kemoterapi
standar. Trastuzumab mampu menjawab kebutuhan itu.”
Sementara itu, Dr. Jack Pradono Handojo, Medical Manager
dari PT. Roche Indonesia menyatakan,”Tersedianya
trastuzumab di Indonesia memberikan kemudahan akses bagi
pasien dan dokter karena kini pasien tidak harus ke luar
negeri untuk mendapatkan obat yang canggih ini.”
HER2 dan Tes HER2
Trastuzumab yang dipasarkan dengan nama Herceptin
bekerja dengan mengikat reseptor HER2 di permukaan sel
kanker payudara. HER2 (human epidermal growth factor
receptor 2 – reseptor faktor pertumbuhan manusia) adalah
protein yang ditemukan dalam jumlah sangat banyak pada
permukaan sel kanker payudara. HER2 berperan sebagai
antena yang menerima sinyal untuk berbiaknya sel kanker
dengan cepat dan mematikan. Diperkirakan satu dari lima
wanita yang menderita kanker payudara adalah
HER2-positif. HER2-positif pada tes laboratorium
menunjukkan banyaknya antena pada permukaan sel.
Reseptor HER2 dapat menerangkan mengapa pasien kanker
payudara yang satu cepat mengalami kekambuhan sedangkan
pasien lainnya memberi respon yang baik dengan
pengobatan kemoterapi atau terapi hormonal. Oleh sebab
itulah setiap pasien kanker payudara selain diperiksa
rutin reseptor estrogen dan progesteron, juga sangat
dianjurkan untuk diperiksa HER2.
Menurut Dr. Bethy Hernowo Sp PA(K), PhD dari FK-UNPAD,
”Prasyarat pengobatan trastuzumab adalah tes HER2. Bila
ditemukan HER2-positif pasien dapat diobati dengan
trastuzumab.” Jika hasil tes HER2-positif, maka pasien
cenderung resisten terhadap kemoterapi atau terapi
hormon. Pemeriksaan HER2 di Indonesia sudah dapat
dilakukan di Jakarta, Bandung dan Yogyakarta. Bagi
daerah atau laboratorium yang belum memiliki fasilitas
pemeriksaan HER2 dapat merujuk ketiga sentra di atas.
Trastuzumab Memperbaiki Kualitas Hidup
Trastuzumab adalah senyawa biologik yang dirancang
untuk menyerang dan menghambat fungsi HER2. Cara
kerjanya yang inovatif memampukan trastuzumab hanya
menyerang sel kanker saja tanpa merusak sel sehat.
Dengan cara kerja tepat sasaran ini, trastuzumab
meminimalisir efek samping yang biasa muncul pada
kemoterapi standar misalnya rambut rontok, diare,
sariawan dan kelainan darah. Jika digunakan dalam
pengobatan kombinasi, trastuzumab juga memberikan
perbaikan harapan dan kualitas hidup.
Kanker Payudara; Pembunuh Wanita Nomor Satu
Menurut data WHO, delapan sampai sembilan persen
wanita akan mengalami kanker dalam hidupnya. Ini
menjadikan kanker payudara sebagai jenis kanker yang
paling banyak ditemui pada wanita. Diperkirakan 1,2 juta
wanita di dunia menderita kanker payudara dan lebih dari
700,000 meninggal karenanya. Kanker payudara merupakan
penyebab utama kematian akibat kanker pada wanita.
Setelah menjalani perawatan, sekitar 50% pasien
berlanjut ke kanker payudara stadium akhir dengan angka
harapan hidup 18 sampai 30 bulan.
Roche Dalam Pengobatan Kanker
Roche merupakan perusahaan terdepan dalam pengobatan
kanker payudara. Rangkaian produknya meliputi obat untuk
kanker payudara dan kanker usus besar, kanker kelenjar
getah bening (non-Hodgkin’s lymphoma), obat untuk
mengatasi kelainan darah pada pasien kanker, leukemia,
kanker kulit akibat AIDS (sarcoma Kaposi), kanker kulit
dan obat-obat pendukung terapi kanker (anti mual dan
penguat tulang). Rangkaian produk ini didukung oleh tes
diagnostik yang menjadikan Roche sebagai perusahaan
inovatif serta lengkap dalam pengobatan kanker dengan
konsep “Solusi Perawatan Kesehatan Terpadu”.
Tentang Roche Indonesia
PT. Roche Indonesia merupakan afiliasi dari F.
Hoffmann – La Roche, Ltd., yang berpusat di Basel,
Swiss, dan merupakan salah satu perusahaan terdepan
dalam bidang perawatan kesehatan yang berbasis riset.
Dua bisnis inti Roche yaitu Farmasi dan Diagnostik
menyediakan produk dan layanan inovatif yang ditujukan
untuk pencegahan, diagnosa serta pengobatan penyakit
sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan serta
kualitas hidup.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Lucia Erniawati
Corporate Communication Executive
PT. Roche Indonesia
Tel: 514 000 81 ext. 504
Fax: 514 000 38
E-mail:
lucia.erniawati@roche.com
atau
Dr. Pradono Handojo
Medical Manager
PT. Roche Indonesia
Tel: 514 000 81 ext 312
Fax: 514 000 36
E-mail:
pradono.handojo@roche.com
Archive