Language
NEWS &
EVENTS / Back to the
News List
Rabu, 29 Desember 2004
Mencegah Kanker
Orang yang rajin mengkonsumsi brokoli,
kecil kemungkinan terserang kanker
esophagus, kanker perut, kanker colon,
kanker paru, kanker larynx, kanker mulut dan
kanker pharynx. Brokoli merupakan sayuran
bunga yang berpenampilan menawan. Berwarna
hijau tua dan tumbuh bergerombol seperti
bunga, maka tak jarang brokoli digunakan
sebagai penghias makanan. Brokoli (Brassica
oleraceae) bukanlah tanaman asli Indonesia
namun berasal dari Italia yang belum lama
dibudidayakan di negara kita. Jika
dikonsumsi bersama bahan makanan sumber
protein akan menghasilkan kombinasi bahan
makanan sumber protein akan menghasilkan
kombinasi bahan makanan yang dapat
memperlancar asam amino dalam darah menuju
otak.
Seperti juga sayuran dari famili Brassica,
brokoli kaya akan zat anti kanker. Unsur
glukosinolat yang ada di dalam tubuh diubah
menjadi indole, suatu komponen nitrogen yang
melindungi tubuh terhadap kanker terutama
kanker usus. Orang yang rajin mengkonsumsi
brokoli, kecil kemungkinan terserang kanker
esophagus, kanker perut, kanker colon,
kanker paru, kanker larynx, kanker prostat,
kanker mulut dan kanker pharynx. Brokoli
baik juga untuk menyembuhkan sindrom
kelelahan kronik, penangkal infeksi dan
meningkatkan imunitas tubuh yang menurun.
Studi dalam The Journal of the National
Cancer Institute (September, 1978)
menunjukkan bahwa pria dan wanita yang
mengkonsumsi brokoli dalam jumlah tetap
dapat mencegah timbulnya kanker dubur.
Kandungan-kandungan sulfur di dalam kubis
mencegah penggabungan karsinogen kimia untuk
membentuk sel-sel termutasi yang menyebabkan
tumor.
Kandungan gizi brokoli padat, secangkir
brokoli memiliki protein yang sama dengan
secangkit jagung atau nasi walaupun
kandungan kalori brokoli hanya sepertiga
saja. Brokoli kaya akan senyawa antidote
kanker seperti indole, glucosinole dan
dithiolthione.
Selain itu juga banyak oleh beta karoten
yang turut membentuk tubuh melawan kanker.
Unsur ini yang membuat para ahli menjadikan
brokoli dapat menyembuhkan penyakit kulit
dan menghambat tumbuhnya sel-sel kanker.
Kombinasi zat besi, vitamin C dan asam folat
membantu penyembuhan anemia, menghindari
kelahiran bayi cacat dan meningkatkan energi
pada penderita kelelahan kronik. Kadar
vitamin E dalam brokoli berkhasiat menjaga
kesehatan jantung dan sirkulasi tubuh.
Brokoli tersebut paling baik dikonsumsi
setelah dikukus sebentar.net
SUMBER: BANJARMASIN POST, RABU, 29 DESEMBER
2004
Archive