Language
NEWS &
EVENTS / Back to the
News List
AGUSTUS 2005/ Back to the News List
26.08.2005
Chrisye Derita Iritasi Syaraf Tulang
Belakang dan Kanker Paru-paru Stadium Lanjut
Kabar tentang keadaan kesehatan artis
musik pop ternama Chrisye kini tak lagi
simpang-siur. Jumat (26/8) sore di Jakarta
pihak keluarga Chrisye dan pihak Musica
Studio’s, perusahaan rekaman yang mengontrak
Chrisye, memberi keterangan resmi kepada
para wartawan.
Dalam jumpa pers di BC Bar itu keluarga
Chrisye diwakili oleh Harry Noer, kakak ipar
Chrisye, dan Musica Studio’s diwakili oleh
Indrawati Wijaya, Managing Director dan
Produser Eksekutif Musica Studio’s.
Diungkapkan oleh Harry, "Berdasarkan hasil
evaluasi oleh dokter pribadi Chrisye, Oki
Kadarusman (dari Aditya Medical Center,
Jakarta), diketahui Chrisye mengalami
iritasi pada syaraf tulang belakang, yang
menyebabkan nyeri, dan terindikasi menderita
kanker paru-paru stadium lanjut."
Melalui video yang dibikin di Singapura dan
dikirim ke Jakarta serta ditayangkan pada
jumpa pers itu, Yanti Noer, istri Chrisye,
yang sampai saat ini masih mendampingi
suaminya di Rumah Sakit (RS) Mount
Elizabeth, Singapura, menyampaikan kronologi
apa yang dialami oleh suaminya berkait
dengan kondisi kesehatannya tersebut.
Dituturkan oleh Yanti, pada pertengahan Juli
2005 tiba-tiba Chrisye terserang sesak napas
berat dan langsung dibawa ke Rumah Sakit
Pondok Indah (RSPI), Jakarta Selatan. Di
RSPI ia sempat dirawat 13 hari.
Dari perawatan tersebut, sambung Yanti,
diketahui Chrisye mengalami iritasi pada
syaraf tulang belakang dan terindikasi
menderita kanker paru-paru stadium lanjut.
Tapi, lanjut Yanti lagi, karena keterbatasan
peralatan medis di RSPI untuk mengetahui
secara akurat adanya kanker paru-paru
stadium lanjut itu, Chrisye dipindahkan ke
RS Mount Elizabeth pada 31 Juli 2005.
Pertama, Chrisye masuk ke ICU (Intensif Care
Unit) RS Mount Elizabeth. Besoknya, 1
Agustus, didapat kepastian bahwa ia memang
menderita kanker paru-paru stadium lanjut.
Kemoterapi dipilih oleh Chrisye dan
keluarganya sebagai usaha pengobatan di
sana. Sampai saat ini, sudah 16 hari ia
dirawat di situ dan dua kali mendapat
kemoterapi. Kemoterapi pertama dijalaninya
pada 2 Agustus.
Sejak mendapat kemoterapi, kata Yanti,
suaminya menampakkan sejumlah kemajuan.
Salah satunya, nyerinya sudah reda.
Kemajuan itu terlihat pula lewat video yang
ditayangkan dalam jumpa pers tersebut.
Chrisye tampak bermain gitar sembari
berbaring di tempat tidur RS Mount Elizabeth
dan duduk di tempat tidur yang sama sambil
menggoyang-goyangkan kedua kakinya yang
menjuntai.
Chrisye, yang akan berulang tahun ke-56 pada
16 September mendatang, juga menyampaikan
harapannya untuk sembuh dan meminta doa dari
semua pihak agar ia sembuh. Sementara itu,
Yanti berharap, Chrisye bisa segera pulang
ke Jakarta dan melanjutkan pengobatan dengan
kemoterapi di RS Mount Elizabeth.
"Keinginan Chrisye untuk sembuh sangat kuat.
Waktu dia diminta menandatangani surat yang
menyatakan kesediaannya menjalani
kemoterapi, dia antusias. Istrinya sempat
enggak yakin," ucap Harry.
Dalam jumpa pers tersebut foto terbaru
Chrisye dibagi-bagikan kepada para wartawan.
Sejumlah teman Chrisye dari kalangan seniman
musik yang prihatin atas apa yang dialami
oleh Chrisye datang ke jumpa pers itu. Ada
rekan-rekannya dari grup Guruh Gypsy, yang
sudah lama bubar, yaitu Guruh Soekarnoputra,
Keenan Nasution, dan Ronny Harahap. Ada pula
Harry Sabar, Eros Djarot, dan Erwin Gutawa.
Guruh mengungkapkan, ia, didukung
artis-artis musik lainnya, berencana
menggelar sebuah acara penggalangan dana
untuk membantu membeayai pengobatan Chrisye.
Acara itu bertajuk Untuk Chrisye dari
Sahabat. Tempatnya belum ditentukan.
Waktunya, 10 atau 11 September 2005.
Di samping itu, sejak Jumat ini (26/8),
dimulai aksi penggalangan dana lewat
rekening BCA nomor 5810200300 atas nama
Guruh Soekarnoputra dan Indrawati Wijaya.
Setidaknya, Rp13 juta telah terkumpul dari,
sebut saja, artis-artis musik Anang
Hermansyah, Rossa, grup Ungu, dan Betharia
Sonatha.
Kata Harry Noer, sampai saat ini beaya
pengobatan Chrisye sudah mencapai sedikitnya
Rp1 miliar. (Ati)
Sumber: Kompas
Archive