Language
NEWS &
EVENTS
24.08.2005
KEGEMUKAN PADA PRIA BERHUBUNGAN DENGAN
RESIKO KANKER PROSTAT
Pria yang berbadan gemuk, dibandingkan
dengan pria berbadan lebih kurus, didiagnosa
memilliki ancaman lebih besar terhadap
kanker prostat yang kurang terdeteksi tetapi
lebih agresif, demikian antara lain isi
laporan dalam majalah medis Urology.
"Kegemukan (obesitas) mungkin berkaitan
dengan peningkatan resiko berkembangan
kanker prostat, tapi berbagai ciri di
kalangan pria berbadan gemuk mempersulit
pendeteksian kanker tersebut," kata Dr.
Stephen J., sebagaimana dilaporkan Reuters
Health dari New York.
Freedland dari Sekolah Medis Johns Hopkins,
Baltimore, menjelaskan, "Jika anda menemukan
(kanker) itu, barangkali itu adalah kanker
yang lebih agresif dibandingkan yang
diperkirakan."
Freedland dan rekan-rekannya mengamati
hubungan antara indeks massa tubuh (BMI),
rasio tinggi-berat tubuh yang digunakan
untuk memperkirakan kadar lemak dalam tubuh,
dan kanker prostat dan bermacam faktor lain
dengan menggunakan data dari 787 pria yang
menjalani biopsy prostat di Palo Alto
Veterans Affairs Medical Center, Palo Alto,
California.
Secara keseluruhan, BMI tampaknya tak
berhubungan dengan kemungkinan yang
didiagnosis berkaitan dengan kanker prostat.
Namun, penulis laporan itu menyatakan BMI
yang lebih tinggi sangat berkaitan dengan
peningkatan kemungkinan orang dideteksi
menderita kanker prostat setelah penetapan
tingkat `prostate-specific antigen` (PSA),
temuan pemeriksaan dubur, daerah dan ukuran
prostat.
Menurut laporan tersebut, pria dengan BMI di
atas 35 (yang menunjukkan kegemukan),
didiagnosis menghadapi resiko 2,4 kali lebih
tinggi terserang kanker prostat,
dibandingkan dengan pria berbadan normal.
Volume prostat yang lebih tinggi pada pria
berbadan gemuk menjadi penyumbang lebih
besar bagi terciptanya hubungan antara BMI
dan perkembangan kanker prostat, kata para
peneliti itu.
Setelah mempertimbangkan sumbangan tingkat
PSA, kajian temuan, ukuran dan volume
prostat, para peneliti tersebut melaporkan,
BMI yang lebih tinggi juga sangat
berhubungan dengan peningkatan kemungkinan
jumlah "Gleason" yang tinggi - ukuran
keagresifan tumor.
Secara khusus, kemungkinan seseorang
memiliki jumlah Gleason yang tinggi lebih
dari dua kali lipat di kalangan pria dengan
BMI 30 sampai 35, dan empat kali lipat di
kalangan pria dengan BMI 35 atau lebih
tinggi lagi.
Freedland menyarankan para dokter untuk
"sangat teliti dalam mencari kanker prostat
di kalangan pria berbadan gemuk".
Ia menyarankan pria berbadan gemuk untuk
melakukan pemeriksaan standar PSA sekali
dalam setahun, agar para dokter selalu ingat
bahwa "tingkat itu mungkin lebih rendah
dibandingkan yang anda duga."
Ditambahkannya, "Ukuran Prostat mungkin
lebih penting dibandingkan yang kita sadari.
Jadi protocol biopsy mungkin perlu diubah
untuk memperhitungkan itu."(*)
Sumber: Antara
Archive