Language

NEWS & EVENTS / Back to the News List

Selasa, 23 Desember 2003

Anak-Anak Berisiko Tinggi Terkena Leukemia

KEMUNGKINAN anak-anak terkena kanker cukup tinggi. Sebab itulah, orangtua dituntut sigap dan memberikan perhatian ekstra kepada anak-anak yang menunjukkan gejala-gejala mirip simptom kanker,” kata Dr Djajadiman Gatot SpAK.

Dokter spesialis anak dari Jakarta ini menjadi salah satu pembicara pada Seminar Sehari “Kanker Mata dan Kanker Darah pada Anak” yang dilaksanakan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Sumsel, Sabtu lalu. Seminar yang diikuti kalangan ibu-ibu itu membahas penyakit kaker dan tumor pada anak-anak.

Mengingat tingginya risiko anak-anak terkena kanker dan tumor, diingatkan Djajadiman bahwa para orangtua perlu perhatian dan kesigapan. Terutama terhadap anak-anak yang memiliki gejala-gejala mirip dengan gejala kanker. Ditekankannya para orangtua, terutama masyarakat awam, mengetahui dan mendapatkan informasi cukup tentang kanker dan tumor yang menyerang anak-anak.

“Masyarakat diharapkan tahu banyak, sadar, percaya, dan akhirnya berbuat menghadapi kanker ini,” katanya. “Sekarang seluruh warga Indonesia harus memberikan perhatian khusus pada kanker anak yang antara lain adalah kanker darah atau leukemia, kanker tulang, saraf, ginjal, dan getah bening. Pengobatan penyakit-penyakit ini pada anak-anak berbeda dari orang dewasa, karena mereka masih di usia pertumbuhan.”

Menurut Djajadiman, kanker darah atau leukemia merupakan bertambahnya sel darah abnormal --sel sarah putih-- secara berlebihan dan tidak terkendali, dan penyebarannya ke seluruh tubuh sangat cepat.

Leukemia dibagi menjadi dua yakni Leukemia Akut dan Leukemia Kronik. Leukemia Akut sendiri terbagi dua pula yaitu Leukemia Limboglastik dan Leukemia non-Limboglastik. Leukimia Akut sebanyak 30 persen terjadi pada anak-anak yang berumur antara 3-7 tahun. Gejala-gejalanya adalah tubuh pucat disertai demam yang tidak jelas sebabnya, pendarahan abnormal, nyeri pada anggota gerak, dan perut bengkak.

Sedangkan Leukimia Kronik dibagi dalam kategori Leukimia Granulositik Kronik dan Leukimia Limfositik Kronik.
Dalam tubuh manusia ada sel darah merah, yang berfungsi sebagai transport zat asam (oksigen) yang jumlah 4,5-6,0 juta per mikron dan umurnya lebih kurang selam 120 hari. Sedangkan sel darah putih berfungsi membuat antibodi, mengaktifikan leukosit. Ada juga keping darah merah (trombosit) yang berfungsi mencegah terjadinya pendarahan, serta menjaga integritas pembuluh darah.

Leukemia atau kanker darah disebabkan disebabkan kelainan genitika, daya tahan tubuh, virus dan lingkungan. Sel Leukimia bersifat pernah tua tapi dapat mati dan memperbanyak diri tak terkendali.

Bila sel darah merah menurun, tubuh menjadi pucat, lemas, tubuh lemah, pandangan berkunang-kunang, dan nafsu makan berkurang. Bila sela darah putih yang berkurang maka pertahanan tubuh menjadi rapuh sehingga mudah sakit (demam). (cw1)

Sumber: Sriwijaya Post, http://www.indomedia.com/sripo/2003/12/23/2312gay5.htm
 

Archive

 


 

This website has been funded by

 

This website is supported by
educational grants from Roche Indonesia