Language
NEWS &
EVENTS / Back to the
News List
Selasa, 19 April 2005
Beban Akibat Kanker pada Pasien Muda
Kanker usus besar atau kolorektal (KKR)
termasuk penyakit keganasan urutan ke-10
tersering di dunia, termasuk di Indonesia.
Dihubungkan dengan lingkungan dan gaya
hidup, KKR lebih banyak terjadi di
negara-negara maju. Di sana angka kejadian
KKR meningkat tajam setelah seseorang
berusia 50 tahun. Pada usia di bawah 40
tahun kejadiannya hanya sebesar tiga persen.
Menurut dokter bagian ilmu penyakit dalam
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia,
Dr dr Aru Wisaksono Sudoyo SpPD, angka
kejadian di Indonesia berbeda dari angka di
negara maju. Data di bagian patologi
anatomik FK UI 1996-1999 menunjukkan,
penderita yang berusia di bawah 40 tahun
sebanyak 35,256 persen. Selain angka usia
muda yang lebih tinggi daripada laporan di
negara maju, pasien KKR usia muda di
Indonesia juga datang dengan penyakit yang
lebih cepat berkembang dan sering kali tidak
responsif terhadap kemoterapi.
''Ini akan berdampak besar terhadap
produktivitas dan keuangan keluarga karena
usia mereka yang masih muda. Karena itu,
perlu dilakukan penelitian tentang perangai
KKR usia muda,'' katanya pada upacara
promosi gelar doktornya dalam ilmu
kedokteran FK UI, beberapa waktu lalu. Aru
menyatakan kanker usus besar merupakan model
karsinogeneis yang paling lengkap dengan
pengetahuan yang sudah dicapai mengenai
akumulasi berbagai kelainan genetik sehingga
terjadi kanker. Sampai saat ini ada dua
jalur utama pembentukan kanker usus besar,
yaitu jalur instabilitas kromosom dan
instabilitas mikrosatelit.
Kanker usus besar, lanjut Aru, terdiri atas
dua tipe. Yaitu, sporadik dan herediter.
Angka kejadian pada tipe sporadik lebih
dominan, sebesar 85 persen. Di negara maju,
pasien KKR usia muda (kurang dari 40 tahun)
biasanya bersifat herediter.
Karakteristiknya juga khas, lokasi di
sebelah kanan, stadium patologik lebih
rendah, tidak cenderung bermetastis dan
mempunyai prognosis yang lebih
baik.''Sedangkan di Indonesia, sebagian
besar penderita usia muda kanker ini di RSCM
cenderung berada pada stadium yang lanjut
pada waktu diagnosis,'' jelas alumnus FK UI
tahun 1975 ini.
Pembedahan merupakan pengobatan utama pada
KKR. Namun, banyak pasien yang sudah datang
pada tahap memerlukan kemoterapi dan
radioterapi. Pada beberapa tahun terakhir
ini ada banyak kemajuan yang dicapai pada
kemoterapi pada KKR. Namun, masalah yang
sering ditemui pada kemoterapi kanker,
termasuk KKR, adalah respons tumor terhadap
obat sitostatika berbeda antara satu pasien
dengan pasien lainnya.
''Yang jelas, kanker pada pasien usia muda
jenis apapun akan menjadi beban lebih besar
pada keluarga, ekonomi maupun sistem
kesehatan nasional karena mereka masih usia
produktif dan menjadi tumpuan nafkah
keluarga,'' papar alumnus program spesialis
penyakit dalam FK UI tahun 1986 dan
konsultan hematologi dan onkologi medik FK
UI pada 1995 ini.
Sumber: Republika
Archive