Language

NEWS & EVENTS

16.05.2005

KANKER AGRESIF

Dibanding jenis kanker lain, seperti kanker darah (leukemia), kanker kulit, ataupun kanker payudara, jenis kanker yang satu ini mengkin kalah popular. Tapi tahukah anda, saat ini sekitar 1.5 juta orang di dunia menderita kanker getah bening. Bahkan data Badan Kesehatan Dunia pada tahun 2000 menyebutkan, sekitar 300 ribu orang meninggal setiap tahunnya setelah terserang kanker ini.

Jacqueline Kennedy Onassis dan Raja Hussein dari Yordania pun tak lupus dari penyakit yang bernama ilmiah Limfoma Non-Hodgkin (NHL) itu. Keduanya meninggal setelah didiagnosis positif terkena penyakit ini.

Menurut Prof Dr. Arry Harryanto Reksodiputro SpPD-KHOM dari Bagian Ilmu Penyakit dalam FKUI, pertumbuhan kanker kelenjar getah bening nomor tiga tercepat setelah kanker kulit dan paru-paru. Kanker getah bening merupakan satu jenis kanker yang menyerang sistem limfatik, yaitu bagian penting dalam kekebalan tubuh melawan infeksi dan kanker.

Meskipun jumlah kanker kelenjar getah bening meningkat 80 persen dibandingkan pada tahun 1970-an, hingga kini belum penyebab pastinya belum diketahui. Namun, ada kemungkinan gaya hidup tak sehat, seperti kurang menjaga kebersihan diri dan lingkungan, diet tinggi lemak hewani, merokok, serta sering terkena paparan matahari, menjadi penyebabnya. Faktor risiko lain yang juga berpengaruh antara lain penurunan daya tahan tubuh dan paparan zat karsinogenik seperti yang terkandung dalam herbisida dan pewarna rambut (terutama yang permanen).

Arry menjelaskan, secara umum kanker ini dapat menyerang semua usia, anak-anak hingga manusia lanjut usia. Namun, semakin tua semakin tinggi risikonya. “karena semakin tua, daya tahan tubuh mulai menurun,” kata ketua Onkologi Medik RS. Kanker Dharmais, Jakarta, ini. Selain itu, kanker kelenjar getah bening sering ditemukan pada laki-laki ketimbang wanita. “Mungkin karena laki-laki lebih banyak yang bekerja di lingkungan yang banyak terpapar zat-zat berbahaya,” ujarnya.

Lebih lanjut Arry menjelaskan, secara umum ada dua jenis kanker kelenjar getah bening, tipe Indolen, pembesaran kelenjar getah beningnya berlangsung lambat, gejalanya tidak khas, tapi sering kambuh dan sulit disembuhkan. “Pasien yang menderita kanker jenis ini dapat bertahan hidup selama bertahun-tahun dengan penyakit ini, tapi tidak ada pengobatan yang mampu menyembuhkannya, “ katanya, seraya menjelaskan angka harapan hidup pasien dengan kanker getah bening jenis ini berkisar enam tahun.

Sementara itu, tipe agresif sebaliknya, pembesaran berlangsung cepat, gejala lebih jelas dan lebih baik dalam merespons terapi pengobatan yang dilakukan. Menurut Arry, kanker tipe ini paling banyak dijumpai di Indonesia. Bila tidak diobati pasien hanya bertahan hidup selama enam bulan. Namun, dengan pengobatan angka harapan hidup rata-rata berkisar lima tahun dengan angka kesembuhan sekitar 30-40 persen.

Pengobatan penyakit ini bergantung pada jenis atau tipe kanker, tingkat penyebaran, lokasi tubuh yang terkena, serta keadaan dan usia pasien. Melalui serangkaian pemeriksaan, seperti biopsy, tes laboratorium atas darah, urine dan jaringan tumor, foto roentgen atau CT scan, ultrasonograpi, radioterapi, imunoterapi, atau cangkok sumsum tulang belakang. “ Kalau masih stadium I biasanya cukup dengan radiasi saja. Lebih dari itu harus kemoterapi, “ ucapnya.


Sumber: Koran Tempo
 

Archive

 


 

This website has been funded by

 

This website is supported by
educational grants from Roche Indonesia