Language
NEWS &
EVENTS / Back to the
News List
14 Oktober 2002
Harapan Hidup Penderita Kanker Cukup Tinggi
LONDON - Berita baik bagi para penderita
kanker. Tingkat kelangsungan hidup para
pasien yang mengidap kanker, ternyata lebih
tinggi daripada perkiraan semula dokter.
Sekitar 57 persen pasien semua tipe kanker,
diharapkan dapat bertahan hidup hingga 10
tahun setelah didiagnosa, 53 persen masih
dapat hidup 15 tahun lagi, dan 51 persen
selama 20 tahun.
Angka-angka tersebut, yang dikenal dengan
''tingkat kelangsungan hidup relatif'',
adalah antara tujuh dan 11 persen lebih
tinggi daripada prediksi semula, kata
Profesor Hermann Brenner dari Pusat Riset
Manula di Heidelberg, Jerman, kepada
Reuters.
''Harapan hidup jangka panjang pasien
pengidap kanker, untuk banyak jenis kanker,
jauh lebih tinggi daripada dugaan statistik
hidup yang dikemukakan sebelumnya,'' kata
profesor itu, Jumat.
Epidemiologis Jerman itu menggunakan suatu
metode baru untuk menghitung tingkat
kelangsungan hidup pasien kanker.
Metode tersebut memperlihatkan adanya
peningkatan dalam pengobatan dan deteksi
dini selama beberapa tahun terakhir, yang
tidak tergambarkan dalam estimasi tingkat
kelangsungan hidup jangka panjang model
lama.
Sejumlah faktor telah memberikan kontribusi
pada angka-angka lebih optimistis itu, yang
dilaporkan dalam majalah kedokteran Lancet,
termasuk deteksi lebih awal kanker dan
terobosan medis dalam beberapa tipe kanker.
Menurut data paling akhir, tingkat
kelangsungan hidup relatif 20 tahun bagi
penderita kanker thiyroid dan kanker biji
pelir hampir 90 persen, diikuti 80 persen
lebih pasien kanker melanoma dan prostat ,
serta sedikit di bawah angka-angka tersebut
bagi penderita kanker endometri.
Brenner menghitung tingkat kelangsungan
hidup relatif 20 tahun pada para pasien
kanker payu dara adalah 65 persen, kanker
leher rahim 60 persen, dan para pasien
kanker indung telur, ginjal, serta
kolorektal sekitar 50 persen.
Cegah Kecil Hati
''Ini berita baik, karena mencerminkan
peningkatan tingkat kelangsungan hidup yang
telah bertahan pada 10-15 tahun terakhir,''
kata Ruth Yates, manajer informasi statistik
Cancer Research UK, suatu lembaga amal di
Inggris.
Harapan kelangsungan hidup yang baru itu
berdasarkan pada data dari pencatatan kasus
kanker di AS, tetapi Brenner mengatakan
metode baru tersebut juga semestinya
mengindikasikan tingkat kelangsungan hidup
yang lebih baik (daripada estimasi
sebelumnya) di negara-negara Eropa
Riset tersebut menunjukkan, perkiraan
harapan kelangsungan hidup telah meningkat
di berbagai tipe kanker dalam 30 tahun
terakhir.
''Saya barharap, statistik kelangsungan
hidup terbaru yang disediakan oleh karya
jenis ini dapat membantu mencegah para
pasien kanker menjadi kecil hati akibat
statistik kelangsungan hidup tradisional
yang pesimsitis.
Tetapi dia menekankan, tipe-tipe kanker dan
faktor-faktor lain, seperti tahap (dini atau
lanjut) penyakit tersebut ketika didiagnosa,
punya dampak kuat pada kelangsungan hidup
pasien. Kebanyakan kematian akibat kanker
terjadi dalam beberapa tahun pertama setelah
diagnosa.
Kanker oesophagus, hati, pankreas, dan
paru-paru, mempunyai tingkat kelangsungan
hidup 20 tahun yang terus jelek, yaitu
antara dua sampai delapan persen.
(rtr-ed-30)
Sumber: Suara Merdeka, Senin, 14 Oktober
2002
Archive