Language
NEWS &
EVENTS / Back to the
News List
Sabtu, 10 September 2005
'Stress' Turunkan Resiko Kanker Payudara
Kontroversi dampak stress bagi resiko
penyakit kanker payudara masih berlanjut.
Kali ini tim dari Denmark pimpinan Dr Naja
Nielsen memberikan laporan yang
dipublikasikan melalui 'The British Medical
Journal' bahwa tingkat stress tinggi yang
setiap hari didapat ternyata bisa menurunkan
resiko kanker payudara.
Keyakinan tim peneliti pimpinan Dr Naja
Nielsen mengenai peran stress yang bisa
menurunkan resiko kanker payudara ini sangat
kontras dengan dua penelitian sebelumnya
yang menyatakan bahwa stress bisa menaikan
resiko dua kali lebih tinggi terkena kanker
payudara.
Penelitian Dr Nielsen didasari atas survey
yang dilakukan atas 7000 wanita yang tinggal
di Copenhagen antara kurun waktu 1981 hingga
1983.
Pada awal penelitian, tim menanyakan kepada
para wanita dan mengukur tingkat stress dan
mengklasifikasi hasil dalam tiga kategori,
rendah, sedang dan tinggi.
Yang termasuk dalam kategori `stress' adalah
ketegangan, rasa gelisah, ketidaksabaran,
dan sulit tidur.
Tim peneliti kemudian menjejak para wanita
18 tahun kemudian dimana 251 wanita
diantaranya terkena kanker payudara.
Dari hasil pengamatan ini, tim peneliti
melaporkan bahwa wanita yang mengalami rasa
stress tinggi akan memiliki peluang 40
persen lebih rendah terkena resiko kanker
payudara dibandingkan mereka yang mengalami
stress rendah.
Sementara wanita yang 80 persen lebih rendah
mengalami stress akan berisiko besar terkena
kanker payudara.
Dr Naja Nielsen memperkirakan bahwa stress
tingkat tinggi kemungkinan berdampak pada
tingkat hormon wanita, oestrogen yang telah
lama diketahui sangat berperan dalam
berkembangnya penyakit kanker payudara.
Dr Nielsen mengakui masih diperlukan
penelitian lanjutan untuk mengetahui peran
stress dalam resiko terkena penyakit kanker
payudara.
SUMBER: JAKNEWS.COM
Archive