Language

NEWS & EVENTS / Back to the News List

07.08.2000

Kanker Payudara Serang Perempuan Usia 30 Tahun

Kaum perempuan yang memasuki usia 30 tahun ke atas harus waspada terhadap kemungkinan terserang kanker payudara. Penyakit yang disebabkan banyak faktor, terutama karena mendapat rangsangan dalam waktu lama, gejalanya tidak menimbulkan rasa sakit dan nyeri.

Demikian kesimpulan tiga pembicara, yakni Prof Dr dr Roem Soedoko (Yayasan Kanker Wisnuwardhana), dr Sjahjenny M Paraton MPH SpPA (Universitas Airlangga) dan dr Ario Djatmiko (Klinik Onkologi Surabaya) serta artis Rima Melati, pada seminar sehari "Harapan Baru Penderita Kanker Payudara Abad XXI" di Surabaya, Sabtu (5/8). Seminar diselenggarakan dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-5 Klinik Onkologi Surabaya (KOS), yang merupakan klinik penanganan kanker payudara terpadu pertama di Indonesia.

Menurut dr Ario Djatmiko, perubahan tingkat sosio ekonomi dan gaya hidup dalam dekade terakhir ini telah menyebabkan perubahan pola penyakit. Saat ini penyakit degeneratif dan keganasan menjadi masalah kesehatan utama di dunia, termasuk Indonesia. Penyakit kanker menjadi momok, karena anggapan masyarakat penyakit ini selalu berakhir dengan kematian.

Pembunuh kedua
Menurut dr Ario Djatmiko, meski kanker payudara merupakan pembunuh kedua setelah kanker mulut rahim, penyakit ini dapat disembuhkan tanpa kehilangan payudara. "Payudara hilang bisa dihindari jika gejalanya ditemukan sekaligus diobati dengan tepat sebelum ukuran mencapai 10 milimeter mencapai 93-96 persen dan mereka bisa hidup lebih 20 tahun bebas kanker," katanya.

Mendeteksi dini kanker payudara dengan pemeriksaan payudara sendiri (sarari) setiap bulan sejak usia 20 tahun. Jika sudah memasuki usia 35 tahun sudah waktunya memeriksakan payudara melalui mammography (alat pengukur kelenjar susu) dan bagi yang sudah berusia 50 tahun harus melakukan pemeriksaan mammography setiap tahun. Langkah ini penting karena penyakit kanker payudara umumnya menyerang usia antara 24-30 tahun.

Prof Dr dr Roem Soedoko menjelaskan, dari 100 penderita yang diobati pada stadium dini, lima tahun kemudian terdapat 85 orang yang masih hidup. Namun, dari 100 penderita yang ditangani pada stadium lanjut, lima tahun kemudian hanya lima orang yang hidup.

Kanker payudara bisa dihindari dengan cara menyusui anak sendiri, melakukan sarari setiap bulan dan segera setelah menstruasi, serta menghindari pengolesan dan penyuntikan hormon untuk memperbesar payudara. (eta)

Sumber: Kompas
 

Archive


 

This website has been funded by

 

This website is supported by
educational grants from Roche Indonesia