Language

NEWS & EVENTS / Back to the News List

07.01.2002

Kanker Payudara Bisa Dideteksi Sendiri

Kanker payudara merupakan kanker dengan insidens nomor dua terbanyak di Indonesia setelah kanker mulut rahim. Kanker ini ditakuti karena perlu pengangkatan jaringan payudara untuk mengatasinya. Padahal, setelah kehilangan bagian dari ciri kewanitaan itu, kemampuan bertahan hidup penderita juga berkurang.

Jika kanker ditemukan secara dini, maksimal sampai tiga sentimeter, cukup benjolannya yang diangkat, tidak perlu seluruh jaringan payudara. Kemudian diteruskan dengan kemoterapi.

Cara deteksi dini kanker payudara yang paling mudah dan murah adalah dengan pemeriksaan payudara sendiri (sadari). Sadari sebaiknya dilakukan secara rutin setiap bulan sejak usia 20 tahun, dilengkapi dengan pemeriksaan fisik oleh dokter tiga tahun sekali sampai usia 40 tahun. Selanjutnya setahun sekali.

Mamografi dasar, yaitu pemeriksaan dengan sinar rontgen radiasi rendah untuk melihat adanya kelainan pada payudara, sebaiknya dilakukan pada usia 35 tahun. Pemeriksaan diulang setiap dua tahun sekali sampai usia 50 tahun. Selanjutnya sekali setahun. Namun, pada mereka yang berisiko tinggi disarankan menjalani mamografi sekali setahun sejak usia 40 tahun.

Sejumlah rumah sakit di Indonseia, terutama di Jakarta, sudah memiliki alat mamografi. Mamografi sebaiknya dilakukan pada hari ketujuh sampai kesepuluh setelah hari pertama haid.

Sadari dilakukan dengan pengamatan di depan cermin. Payudara diamati bentuk dan warnanya dari depan, sisi kanan, dan sisi kiri. Perlu diwaspadai adanya benjolan, perubahan warna kulit menjadi merah seperti kena radang, tekstur kulit berkerut seperti kulit jeruk. Juga jika puting bersisik atau mengeluarkan cairan. Letak dan bentuk puting perlu diperhatikan, apakah masih di tempatnya, bergeser atau puting tertarik ke dalam.

Pengamatan dilakukan pada posisi berdiri, tangan lurus di samping tubuh. Kemudian tangan ke atas. Selanjutnya posisi tangan di pinggang dengan badan condong ke depan.

Tahap kedua adalah meraba pada posisi berdiri, tangan kanan untuk memeriksa payudara kiri dan sebaliknya. Sementara tangan yang satu diletakkan di belakang kepala. Langkah pertama, dengan empat jari tekan searah jarum jam membentuk lingkaran kecil dari puting ke arah luar. Makin ke luar, tekanan makin kuat. Kedua, tekanan dari atas (dekat tulang selangka) ke bawah dan sebaliknya dengan tekanan bervariasi. Ketiga, tekan dari arah luar ke arah puting dan sebaliknya.

Dengan gerakan sama, lakukan pada posisi tidur dengan bantal di bawah punggung, satu tangan di atas kepala. Perhatian dipusatkan pada seperempat bagian atas luar karena sebagian besar kanker terletak di situ. Lihat juga di atas tulang selangka dan di bawah ketiak.

Faktor resiko kanker payudara, antara lain, berusia diatas 30 tahun, mempunyai riwayat keluarga yang menderita kanker, belum pernah melahirkan atau tidak menyusui anak, mengalami trauma pada payudara, pernah mengalami radiasi, mengkonsumsi banyak lemak, mendapat terapi hormonal dalam jangka panjang. Sementara konsumsi sayuran, buah, minyak zaitun, kentang, teh, susu, dan ikan, menurut penelitian para ahli, bisa menurunkan resiko kanker payudara.

Sumber : Kompas
 

Archive


 

This website has been funded by

 

This website is supported by
educational grants from Roche Indonesia