Language
NEWS &
EVENTS / Back to the
News List
02.08.2001
Mamografi Tak Timbulkan Kanker Payudara
Kekhawatiran akan timbulnya kanker
payudara sebagai dampak radiasi dalam
penggunaan alat mamografi, tak perlu ada,
karena mamografi modern sebenarnya berhasil
menekan jumlah radiasi. Demikian dr Alina
Dewi dari RS PKU Muhammadiyah Solo, Rabu
(1/8), sehubungan dengan dibukanya klinik
pemeriksaan payudara di rumah sakit itu.
Klinik tersebut kini dilengkapi alat
mamografi, serta Ultrasonografi (USG) Mammae
untuk mendapatkan hasil diagnosis yang lebih
akurat. Peralatan itu termasuk tercanggih
saat ini.
Dr Arlina Dewi menjelaskan, mamografi adalah
alat pemeriksaan menggunakan sinar X, yaitu
foto rontgen yang dimodifikasi sehingga bisa
diperoleh gambaran jaringan payudara pada
foto rontgen. Alat ini dibuat aman dan
pemeriksaannya tidak menyakitkan penderita.
Ia menganjurkan, pemeriksaan mamografi
sebaiknya dilakukan ketika terasa ada
benjolan pada payudara, baik yang disertai
dengan rasa nyeri maupun tidak, atau terjadi
pembesaran kelenjar ketiak yang meragukan,
perasaan tak enak pada payudara.
Ketajaman diagnosis
Mengenai USG Mammae, Arlina menjelaskan,
adalah alat yang juga digunakan untuk
memeriksa payudara, yang prinsipnya
didasarkan pada perbedaan gema yang
dihasilkan dari pantulan gelombang suara.
"Perpaduan hasil pemeriksaan mamografi
dengan USG Mammae akan meningkatkan
ketajaman diagnosis pada kelainan payudara,"
katanya.
Nilai ketepatan mamografi mencapai 90-94
persen, sedangkan jika dipadu dengan USG
Mammae, ketepatan diagnosisnya menjadi 98
persen. Selain berfungsi sebagai alat
diagnostik, lanjut Arlina, USG Mammae bisa
digunakan untuk melihat kondisi kelenjar
getah bening pada ketiak yang kadang tidak
teraba saat pemeriksaan fisik.
Arlina menyarankan, rasa takut yang biasanya
menghinggapi wanita yang menjumpai tumor
pada payudara, karena bakal kehilangan
payudara, atau bahkan nyawanya, hendaknya
disingkirkan. "Tidak semua tumor ganas. Lagi
pula, apabila dijumpai keganasan pada
stadium dini, masih bisa dilakukan dengan
tumorektomi, yaitu pengangkatan tumornya
saja sehingga payudara dapat dipertahankan,"
papar Arlina. (*/asa)
Sumber: Kompas
Archive